Text
Penerapan metode topsis untuk rekomendasi lokasi pengembangan usaha ikan mas
Ikan hias merupakan salah satu produk yang dihasilkan dari sektor kelautan dan perikanan. Ikan hias salah satu cabang usaha yang memiliki potensi perkembangan yang cukup besar di Indonesia. Berdasarkan data BPS (2020) menunjukan bahwa nilai ekspor
ikan hias untuk triwulan 3 (tiga) tahun 2020, nilai ekspor ikan hias mencapai USD 8,88 Juta atau naik sebesar 11,59% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019. Potensi perkembangan ikan hias akan terus meningkat. Hal ini tidak hanya dirasakan oleh petani dan eksportir saja melainkan juga pelaku usaha mikro kecil/menengah. Salah satu badan usaha yang bergerak dibidang pemasaran ikan hias yaitu Mega World Aquarium (MWA), Seiring meningkatnya sektor ikan hias air tawar dan jumlah permintaan yang cukup tinggi, maka mega world aquarium berencana akan mengembangkan usahanya dengan membuka cabang baru. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan pengembangan usaha yaitu pemilihan lokasi usaha. Pemilihan lokasi usaha yang tepat akan mampu mengurangi kemungkinan resiko negatif yang akan dihadapi. Pemilihan lokasi usaha merupakan sebuah strategi dalam bisnis, setiap perusahaan memiliki pertimbangan dan karakteristik tersendiri dalam penentuan lokasi usaha. Selama ini pemilihan lokasi dilakukan dengan menerka-nerka apakah lokasi tersebut cocok atau tidak sehingga seringkali pemilik usaha mengalami kekeliruan dalam pemilihan lokasi disebabkan tergiurnya oleh harga yang lebih murah namun lokasi yang ditawarkan tidak strategis dalam pemasaran ikan hias sehingga menimbulkan kerugian. Untuk mengatasi masalah yang terjadi, maka diterapkan metode TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) sebagai alat bantu dalam pemberian rekomendasi pemilihan lokasi usaha. Metode ini akan menentukan kriteria penilaian dengan kriteria sebagai berikut: jarak lokasi dengan pasar, jarak lokasi dengan pemukiman, angkutan umum, luas bangunan, harga sewa, lahan parkir, ketersediaan MCK, ketersediaan air. Dari hasil penerapan metode Topsis diperoleh presentase kelayakan ahli sebesar 100% dan diinterpretasikan sangat layak, sedangkan untuk hasil presentase kelayakan pengguna sebesar 91,25% dan diinterpretasikan sangat layak. Dan juga sudah dilakukan uji akurasi dengan menggunakan korelasi Rank Spearman dengan hasil 0,8 dan di interpretasikan sangat layak.
Tidak tersedia versi lain